Rabu, 11 Desember 2013

KISAH BATU BETANGKUP


Indonesia, West Kalimantan Legend: Batu Ballah Batu Betangkup INDONESIA Batu Ballah Batu Betangkup adalah sebuah cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Mengisahkan seorang janda yang sangat kecewa karena anak-anaknya selalu membuat masalah dan tidak mau mengerti betapa susahnya sang ibu bekerja untuk mereka. Sang Ibu sangat sedih dan meminta kepada sebongkah batu raksasa agar menelan tubuhnya, dan kemudian, perlahan tubuhnya lenyap tertelan ke dalam batu tersebut. Cerita rakyat ini sangat terkenal di lingkungan masyarakat Sambas. Hampir semua orang tua di Sambas pernah menceritakan cerita ini kepada anak-anak mereka, dan menyanyikannya sebagai lagu pengantar tidur. Suatu cerita yang sarat akan nilai moral tentang kehidupan manusia, cerita yang berisikan pesan moral untuk anak-anak agar bisa menghargai segala jerih payah orang tuanya. ENGLISH Batu Ballah Batu Betangkup is a floklore from Sambas Regency, West Kalimantan. It tells about a poor widow who was very disappointed because her children often gave the troubles for her, and knowing that they did not want to know how hard her work. She was very sad, and ask a massive rock to swallow her inside, and then slowly she was swallowed by that massive rock. This floklore are very famous in Sambas society. The most parents in Sambas tell this story to the children, and they sing this story in a song. A floklore with many moral values of life inside, and contains moral messages for the children, so that they could appreciate their parent's hard work.

Selasa, 10 Desember 2013

TARIAN KHAS SAMBAS

Foto saat kegiatan bulan ramadhan 2012
Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Kalangan Pelajar

    Tarian Tanda’ Sambas diperagakan oleh empat orang yang berpasangan. Dua orang penabuh rebana dan menyanyi sebagai musik mengiringi tarian Tanda’ Sambas. “Pada umumnya tarian Tanda’ Sambas berpasangan, namun sendiri juga bisa,” ujar Gumanto, ketua sanggar Batu Mak Jage.
Tarian Tanda’ Sambas sudah ada sejak zaman orang tua dulu. Masyarakat sekitar tidak banyak yang tahu pasti mengenai siapa nama pencipta tarian Tanda’ Sambas. “Tanda’ Sambas sudah ada lama sekali dan sudah sering dimainkan oleh orang tua zaman dahulu. Tarian Tanda’ Sambas telah turun-temurun dan merupakan tarian asli melayu Sambas. Tarian Tanda’ Sambas harus tetap dipertahankan, dilestarikan, dan dikembangkan,” ujar A. Muin Ikram, budayawan pecinta tari tradisional Sambas.

TENTANG PRAMUKA DI INDONESIA

pramuka

Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsaIndonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di IndonesiaGagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa keIndonesiadan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
 
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusiaIndonesiayang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar PanduIndonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan KepanduanIndonesia) pada tahun 1938.Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan KepanduanIndonesia).

Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduanIndonesiaakan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang. Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayahIndonesiayang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by udin tangaran - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo